Senin, 03 Februari 2014

Pengertian Dzikir

Dzikir merupakan masdar dari derivasi kata verbal dzakara, yadzkuru, dzikran yang berarti menyebut atau mengingat.[1]
Menurut Al Hafizh dalam Fathul Bari, dzikir itu ialah segala lafal (ucapan) yang dengan membacanya untuk mengingat dan mengenang Allah SWT. Disebut juga berdzikir adalah mengerjakan segala tugas agama yang diwajibkan Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. Karena itu membaca Al-Qur’an, Al-Hadits, mempelajari ilmu-ilmu agama, melaksanakan shalat, dan sebagainya juga disebut dzikir. Al-Fakhrur Razy berkata :
“ yang dimaksud dengan sebutan lidah (berdzikir dengan lidah) ialah menyebut kata-kata yang menunjuk kepada tasbih (mensucikan Allah dari segala kekurangan) ataupun tahmid (memuliakan Allah dan membesarkan-Nya) menurut kaifiat (tata cara) yang disyariatkan.” [2]

Firman Allah SWT :
... (#öqyèó$$sù 4n<Î) ̍ø.ÏŒ «!$#  ...
Artinya : “ ... Maka bersegeralah kamu kepada dzikir Allah  (mengingat, menyebut, akan Allah)...” (Q.S. Al Jumu’ah : 9)

Dzikir yang secara harfiah berarti ingat, yang diwujudkan melalui keterkaitan hati dengan Allah SWT, lisan atau lidah. Lafadz dzikir yang berarti yang selalu basah dengan menyebut asma-Nya atau kalimat-kalimat yang mengundang cinta dan ridlo-Nya dan dimanifestasikan dalam perilaku dan tindakan keseharian yang sesuai dengan aturan-Nya, adalah merupakan ciri utama orang yang beriman, bahkan ciri utama orang yang termasuk ulil albab. [3]
Beberapa arti dzikir dalam Al-Qur’an antara lain :
1.             Lafadz dzikir yang berarti “pelajaran”
ôs)s9ur $tR÷Žœ£o tb#uäöà)ø9$# ̍ø.Ïe%#Ï9 ö@ygsù `ÏB 9Ï.£B
Artinya : “Dan sesungguhnya telah kami mudahkan Al-Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” (Q.S. Al-Qqmar : 17)

2.             Lafadz dzikir yang berarti “Al-Qur’an”
y7Ï9ºsŒ çnqè=÷GtR šøn=tã z`ÏB ÏM»tƒFy$# ̍ø.Ïe%!$#ur ÉOÅ3ysø9$#
Artinya : “Demikianlah kisah (Isa as) kami membacakannya kepada kamu sebagian dari bukti-bukti (kerasulannya) dan membacakan Al-Qur’an yang penuh hikmat.”(Q.S. Ali Imron : 58)

3.             Lafadz dzikir yang berarti “kemuliaan besar”
¼çm¯RÎ)ur ֍ø.Ï%s! y7©9 y7ÏBöqs)Ï9ur ( t$ôqyur tbqè=t«ó¡è?
Artinya : “Dan sesungguhnya Al-Qur’an itu benar-benar adalah suatu kemuliaan besar bagimu dan bagi kaummu dan kelak kamu akan diminta pertanggung jawaban”(Q.S. Az Zukhruf : 44)

4.             Lafadz dzikir yang berarti “peringatan”
óOçFö6Éftãurr& br& öNä.uä!%y` ֍ò2ÏŒ `ÏiB öNä3În/§ 4n?tã 9@ã_u öNä3ZÏiB öNà2uÉZãŠÏ9 4 ...
Artinya : “Apakah kamu tidak percaya dan heran bahwa datang kepadamu peringatan dari Tuhanmu yang dibawa laki-laki di antaramu untuk memberi peringatan kepadamu ?”(Q.S. Al A’rof : 69)

5.             Lafadz dzikir yang berarti “wahyu”
uÅ+ø9âär& ãø.Ïe%!$# Ïmøn=tã .`ÏB $uZÏY÷t/ ö@t/ uqèd ë>#¤x. ׎Űr&
Artinya : “Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya di antara kita ? sebenarnya dia adalah seorang yang amat pendusta lagi sombong”(Q.S. Al-Qamar : 25)

6.             Lafadz dzikir yang berarti “penjelasan”
ãø.ÏŒ ÏMuH÷qu y7În/u ¼çnyö7tã !$­ƒÌŸ2y ÇËÈ  
Artinya : “Yang dibacakan ini adalah penjelasan tentang rahmat Tuhan kamu kepada hamba-Nya, Zakaria”(Q.S. Maryam : 2)

7.             Lafadz dzikir yang berarti “mengingat” 
$pkšr'¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä Ÿw ö/ä3Îgù=è? öNä3ä9ºuqøBr& Iwur öNà2ß»s9÷rr& `tã ̍ò2ÏŒ «!$# 4 `tBur ö@yèøÿtƒ y7Ï9ºsŒ y7Í´¯»s9'ré'sù ãNèd tbrçŽÅ£»yø9$#
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, janganlah hartamu dn anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barang siapa yang memuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi”(Q.S. Al Munafiqun : 9)

8.             Lafadz dzikir yang berarti “ilmu”
... (#þqè=t«ó¡sù Ÿ@÷dr& ̍ò2Ïe%!$# bÎ) óOçFZä. Ÿw šcqßJn=÷ès?
Artinya : “... maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui”(Q.S. Al Anbiya : 7)

Dalam artian umum, dzikrullah adalah perbuatan mengingat Allah dan keagungan-Nya, yang meliputi hampir semua bentuk ibadah dan perbuatan baik, seperti tasbih, tahmid, shalat, membaca Al-Qur’an, berdo’a, melakukan perbuatan baik dan menghindarkan diri dari kejahatan.  Dalam arti khusus, dzikrullah adalah menyebut nama Allah sebanyak-banyaknya dengan memenuhi teknik dan metode pelaksanaannya.[4]

 Semoga bisa memberikan pencerahan..




[1] Prof. H. Mahmud Yunus, Kamus Arab Indonesia, PT Hidakarya Agung, Jakarta, 1972, hlm. 134
[2] Teungku Muhammad Hasbi Ash Shiddieqy, Pedoman Dzikir Dan Doa, Pustaka Rizqi Putra, Semarang, 2004, hlm. 4-6
[3] Muhammad Arifin Ilham Dan Debby Nasution, Hikmah Dzikir Berjamaah, Republika, Jakarta, hlm. vi
[4] Hanna Djumhana Bastaman, Integrasi Psikologi Dengan Islam Menuju Psikologi Islami, Pustaka Pelajar, 2005, Cet IV, hlm. 158